Halaman

Kamis, 14 November 2013

Bulan Bahasa

Dua tahun yang lalu tepatnya 14 November 2011 ! Dulu gua adalah siswi dari SMP Negeri 1 Kelapa Dua Tangerang dimana tepat tanggal itu diadakan "Bulan Bahasa" yang ke-2. Haripun berganti, waktu dan jarum jam terus memutar dan sekarang gue adalah siswi dari SMA Negeri 8 Tangerang. Malam ini flashback sedih, bahagia, haru, kangen itulah yang gua rasakan saat ini. Sebenernya dari pagi tadi hati dan pikiran gua berada di kenangan setahun lalu saat gue masih mengenakan seragam putih biru, pelajaran hari ini tetep berjalan lancar tapi memang gue akui gue kangen dengan sekolah SMP gue itu terlalu banyak cerita yang ngga bisa di ungkapin pake kata-kata ini bukan lebay tapi fakta.

Gue menyibukkan diri dengan ngerjain soal-soal LKS dari guru gua dan di sela jam kosong dikarenakan guru geografi sakit gue menyibukkan diri dengan ngerjain tugas sosiologi untuk persentasi, karena di jam akhir sebelum pulang kelompok gue lah yang kebagian untuk persentasi tentang "Mobilitas Sosial". Di sela-sela ngerjain bareng Intan, Isal, Andhin, Ijul sambil bercanda sebagian sibuk dengan gosipan mereka, sibuk dengan gadget mereka, dan nyanyi-nyanyi. Dan anak-anak bilang gue dan Andhin temen sebangku gue rajin banget setelah persentasi guru sosiologi ngasih tugas LKS kita doang yang ngerjain, ya sebenernya rajinnya emang kewajiban biar nyicil tugas dan satu hal gue lupa bawa LKS hehehe tapi buktinya 40 soal kita berhasil kerjakan Ndin ! wkwkwk.

Balik ke inti pembahasan awal, Bulan Bahasa di SMP gue ini macem-macem lombanya, masih terngiang yaitu, Padus antar kelas, Story Telling, Kebersihan kelas, dan Lomba baca puisi dll. Guys, gue ikutan lomba semuanya terutama yang menyangkut kelas tapi StorTell engga, karena emang gue tidak berminat melainkan gue ikut lomba baca puisi, waktu itu ada pilihan dua puisi karya Chairil Anwar yaitu "Diponogoro" dan "Krawang Bekasi". Gue awalnya ngga milih "Diponegoro" karena syair yang banyak banget dan cara baca serta mimik serta emosinya bener-bener harus semua keluar. Siangan gua saat itu temen sebaya dan dua tingkatan ade kelas yaitu kelas7-8. Tahun 2009 gua juara II lawan semua anak kelas dari 7-8-9. Dan pada saat Bulan Bahasa ke-2 ini gua ragu, karena gua yakin dulu kandidat yang pernah ikut lomba baca puisi bareng gue pasti tau kelemahan gue, dan belum ade-ade kelas yang mungkin lebih jago. Well saat itu gua bener-bener pasrah dengan modal latihan seminggu tanpa keseriusan as usually, sebelum lomba gue selalu panik, malu, kebelet pipis, minum air banyak, tangan keringetan dan mondar-mandir setiap sudut kelas itulah kebiasaan gue sebelum tampil menunjukan diri dan body gue yang mungil ini.
Waktu itu setiap perwakilan dua orang untuk menemani dan menjadi suportter, gue milih Bogi dan Ainun tapi mereka ngga mau katanya malu, ini makin buat gue ngga tenang -_- dengan langkah malu-malu masuk ke kelas 9.2 (tempat lomba puisi) dan awalnya gua berniat untuk menutup mata dan tidak menengok ke arah peserta lomba baca puisi entah iblis apa yang bekerja mengangkat kepala gua tinggi-tinggi dan seolah-olah menunjukan "YOU'RE THE LOST" itu banyak banget ribuan bahkan *halah hahaha ya intinya banyaklah, dan 2 juri yang cukup tambah bikin jantung gua bekerja 120km/jam hahaha. Ada beberapa temen anak PPKr yang ikut juga dan karakter dia yaitu sebut aja namanya Sani. Sani adalah orang yang selalu terlihat emosi jiwanya dan gua makin yakin "She is the winner" My heart said. Gua hanya melirik ke balik jendela dengan gorden hijau melirik wajah Bogi, Ainun, dll itu sedikit bikin tenang yups sedikit ! Gue pengen mereka meluk gue karena jantung gue emang berkeja lebih cepat dan sekdear bilang "You can do it!" tengterengrengreng~jeng...jeng...jeng...jeng.....

Giliran gue tampil, gue hanya bilang dalam hati "Bless and guide me God, please" akhirnya gue pun tetep membawakan puisi "Diponogoro" dengan ingatan yang begitu kuat dalam menghafal 15 menit ngga bohong ._. dan huh.. dan puisi selesai dibacakan gue minta izin keluar raungan karena kelas gue ngga akan lama lagi tampil Padus lewat izin dari temen gue, akhirnya gue boleh keluar dari penjara dan napi calon sastra puisi. Alasan tampil Padus itu bersyukur banget seengganya jantung gue bisa relax.
Sebelum Padus dimulai, kita tampil disaat matahari begitu terik diatas panggung, gue masuk duluan sebagai barisan awal. Saat barisan belakang amsuk Bimo terjatuh itu memalukan karena dia ngga cuma membuat gaduh dan tertawa busuk para saingan tapi dia menjatuhan Mike nya jadi ya kedengeran sampe juri ketawa dan seolah-olah itu lelucon! I think it's a funny but not good to show if we can make our class to be a winner. Hehehe, waktu itu kekhas-an costum kita ya cuma baju batik dan bawahan rok biru simple aja karena kita cuma nunjukin gimana caranya nyanyi dengan baik. Walaupun tetep ngga menang seenganya kita udah nunjukin kita bisa lah ya nyanyi hehehe.
Usai Bulan Bahasa berakhir gue dan temen lainnya diem dikelas istirahat sejenak untuk santai dan mencoba mempertahankan keadaan kelas seindah H-1 yang bela-belain pulang sore hampir maghrib untuk ngehias, lucu deh uang kas dikit ya banget malah alhasil ide nakal gue keluar, gue ngusulin "ambil barang dari gudang sekolah" hahaha mereka menuruti gue, dengan lari-larian, lirik ada orang atau ngga kita masuk gudang dengan ada yang jaga di depan pintu ini seru loh ! Gue, Nico, Kiki, Rahma, Putri, Bogi dll manjat-manjat ke lemari nunduk karena banyak barang, teriak-teriak jailin ada kecoa tikus dll, hahaha seru deh dan kita dapet barang yang kita inginkan, dan kita pasang. Ngga modal ya ? hahaha tapi seengganya usahalah ya dan wali kelas kita tercinta Bu Rohana (sapaanya Bunda) kaget ngeliat kelas kita lengkap gitu dan beliau nanya "ini semua keluar uang khas banyak ya nak" dan gue sama temen yang hias kelas cuma ketawa geli dan jawab "iya dong Bu, orang kaya" hahaha sombong penuh kejijian.
Dan seminggu setelah Bulan Bahasa usai tepatnya 21 November 2011 diumukan dari semua juara 1-3 dari setiap lomba. Juara 1... Juara 2.. Juara 3... Hey kelas gue belum tersebut dari sekian semua lomba ada kali ya lima menitan belum terjawab kelas 9.4 juara. Gue makin ng-drop takut banget ngecewain kelas gue kalau ngga menang gue cuma diem dan nutup muka dibalik badan temen gue. Dan wa yang bilang "puisi ngga menktu yang ngga tersangka-sangka salah seorang guru menyebutkan "Juara 1 lomba baca puisi Bulan Bahasa 2011 adalah..." gue makin panik gue cuma berlindung dibalik badan temen gue dan mendengar harapan temen kelas yang bilang "ini puisi Eleksien ngga menang memalukan ngga ada satupun yang menang jadi juara" itu makin bikin gue mau nangis di tempat tepatnya dilapangan mereka seolah-olah memojokan. Dan kembali gue buka tangan gua dari telinga gue untuk siap menerima kekalahan dan bilang "Selamat ya" kepada temen yang menang. Guru gue melanjutkan "Eleksien dari kelas 9.4 juara 1 lomba baca puisi" ....
Ngga tau mau ngomong apa, ngga tau mau ngapain gue langsung nyeka air mata yang ngga diketahui siapapun, dan gua masih duduk dibalik badan temen dan bialng "Ecen menang?" dan mereka teriak "Ecen menang !! Yes... bawa nama kelas" Huuaaa itu rasa bahagia, haru dan gue lari dengan bangga untuk menerima piagam dan hadiahnya. Hadiahnya buku conversation gitu keren ko tapi lebih keren lagi, penyertaan Tuhan, dukungan Mama&Ayah, temen kelas. Semua emang gue lakuin itu buat Tuhan dan kelas gue tercinta dan keraguan gua untuk menjadi "The LOST" It's wrong But "I'm the WINNER".
Yang lain pun mengucapkan "Congrats" dan semua kebahagiaan berakhir kembali ke kelas dengan rasa bahagia cuma yang menjengkelkan yaitu anak-anak mulai membahas ulangan Matematika. Ini mengganggu kebahagiaan gue sejenak dan banyak yang minta dijarain gue menjelaskan sedikit dan belajar lagi dan Bu Mirna pun datang ulangan dimulai gue selesai pertama karena ya gue udah belajar dengan sunguh-sungguh dan gue ngga mau kebahagiaan gue berakhir gitu aja, setelah ngumpulin diperiksa lebih bahagia lagi gue dapat 100 "Thanks God" my heart said.Ada yang bikin termanis lagi satu support dan momet dari someone yang bilang "sukses ulangan Matematikanya ya" sebelum ulangan Matematika berlangsung Thanks my beloved friend, there :)

I really miss Bulan Bahasa moment in my JHS and all of the things that i ever had in there 

Selasa, 12 November 2013

As the Closing Futuristik 2013

Closing Futuristik tepatnya tanggal 09 November 2013 kemarin dimuali dari pukul 8 a.m di SMA Negeri 8 Tangerang. Keterlambatan dalam mempost-ng hehehe mohon maaf ya karena sehabis seru-seruaan, dagang, loncat-loncatan, itu nguras tenaga alhasil badan lemes tapi kebayar dengan bahagia yang di dapet.
Semua panitia menggunakan T-shirt berwana pink peach, warga SMA Negeri 8 Tangerang menggunakan T-Shirt berwarna biru donker. Acara ini emang kurang rame kareena tidak menggundang sekolah lain melainkan hanya warga Delta.

Guys ! Gua menjadi bagian dari Padus untuk membuka puncak acara Futuristik 2013, lagu yang kita bawakan Hymne SMA Negeri 8 Tangerang, dan Bungong Jeumpa. Lewat latihan hanya tiga hari sepulang sekolah gua dan anak Padus lain latihan sampe malem kira-kira sampe 6.30 p.m kalau boleh cerita Bungong Jeumpa itu bukan hal yang gampang dinyanyikan dengan teknik yang rumit, kalau buat lomba mungkin tiga hari itu ngga cukup dan Babeh (panggilan akrab guru Padus) ngga akan ngijinin kita tampil kalau penampilan masih jelek. Tapi karena kita berusaha sama berserah sama Tuhan We Can Do It Guys !!!! Thanks God for Your blessed. Buat gua pribadi memang masih kurang bagus karena anak kelas X nya baru pertama kali tahu lagu Bungong Jeumpa beserta aransemen yang baru, teknik dan dinamikanya, tapi ngga masalah kita sudah melewatkan dan melakukannya dengan baik :D
Terimakasih buat kakak-kakak Padus yang sudah sabar mengajar, makasih partner yang udah mau membantu gua me-review ingatan untuk nyanyi dengan baik, makasih ade-ade kelas ku untuk waktu mu yang kalian luangkan dan mau belajar ! We are rockss /m/

Ini dia penampilan kita !! Wattcchhaaaa


Senin, 04 November 2013

As The Opening Futuristik 2013

Hi Guys !

Kali ini mau share tentang Opening Futuristik 2013. Opening ini dimulai dari Sabtu, 26 Oktober 2013 tepat pukul 8 a.m di SMA Negeri 8 Tangerang. Selama gua sekolah disini pensi yang baru gua tau ya Futuristik ini. Saat opening ekskul gua yaitu Paduan Suara (Delta Voice) menyanyikan lagu Hymne dan Mars SMA Negeri 8 Tangerang. That a best experience that I ever had, and I'm felt so very pleased.

Pengalaman kedua boleh tampil sama anak Padus untuk nanyi bareng, pertama di Kecamatan untuk ngiringin Upacara Bendera 17 Agustus kemarin dan sekarang acara terbesar di sekolah gua ini. Satu kebanggaan dan pelayanan yang besar kalau boleh nyanyi untuk menjadi bagian memeriahkan Futuristik 2013 kali ini. Acara Futurisrtik berlangsung dari tanggal 26 Oktober 2013 sampai 02 November 2013 ada beberapa lomba yang diadakan untuk siswa-siswi SMP/SMA/SMK yaitu General Test, Cerdas Cermat, Story Telling, Volley Ball, Acoustic, Stand Up Comedy, Modern Dance, disini hadiahnya ngga nangung-nanggung loh ratusan ribu rupiah bisa kalian dapat. Untuk pemenang juara 1-3 bisa tampil di acara Puncak Futuristik 2013 tanggal 09 November 2013 nanti, dengan bintang tamu yang masih dirahasiakan. Lomba memang udah berakhir dan Congratulation ! to you selected appear in the show Futuristik 2013 ! makasih buat partisipasinya untuk sekolah lain dari tangerang maupun Jakarta dan sekitarnya yang mau ikut ambil alih dalam acara Futuristik SMA Negeri 8 Tangerang dan semua siswa Delta yang mau dukung secara doa dan materinya. Keep  Solid and Do the Best for our beloved School.
For Celebrating 10th birthday SMA Negeri 8 Tangerang proudly present #Futuristik2013 "A decade of memories that won't fade"

Democracy in The Revolution

Created by XI.SOCIALIST 1 at SMA Negeri 8 Tangerang :
  • Bunga.
  • Dewi Z.S.
  • Eleksien R.L.G.
  • Farrel Al-Ghazali.
  • Rizka Andhini.
  • Soderia I.B.
  • Vladimir Agusto.
  • Yohana S.H.

A.     Pengertian Demokrasi Parlementer (Liberal)
Demokrasi parlementer (liberal) adalah suatu demokrasi yang menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi daripada badan eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri. Perdana menteri dan menteri-menteri dalam kabinet diangkat dan diberhentikan oleh parlemen. Dalam demokrasi parlementer Presiden menjabat sebagai kepala negara. Demokrasi liberal dikenal pula sebagai demokrasi  parlementer oleh karena berlangsung dalam sistem pemerintahan parlementer ketika berlakunya UUD 1945 periode pertama, konstitusi RIS, dan UUDS 1950.

B.     Sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia Pasca Kemerdekaan (1945-1959)
Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut (fluktuasi) dari masa kemerdekaan sampai saat ini, selama 55 tahun perjalanan bangsa dan negara Indonesia, masalah pokok yang dihadapi ialah bagaimana demokrasi mewujudkan dirinya dalam berbagai sisi kehidupan berbangsa dan bernegara seperti dalam bidang politik, ekonomi, hukum dan sosial budaya. Sebagai tatanan kehidupan, inti tatanan kehidupan yang demokratis secara empiris terkait dengan persoalan pada hubungan antara negara atau pemerintah dengan rakyat, atau sebaliknya hubungan rakyat dengan negara atau pemerintah dalam posisi keseimbangan (equilibrium potition) dan saling melakukan pengawasan (check and balance). Dengan kata lain, posisi keseimbangan antara pemerintah atau negara dengan rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menghindari timbulnya tindakan kotor dan anarkis baik dilakukan pemerintah atau negara terhadap rakyatnya, partai politik, militer, maupun oleh rakyat sendiri terhadap negara atau dengan sesama anggota masyarakat.
Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan demokrasi parlementer. Sistem parlementer yang mulai berlaku sebulan sesudah kemerdekaan di proklamirkan dan kemudian diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan 1950, ternyata kurang cocok untuk Indonesia. Persatuan yang dapat digalang selama menghadapi musuh bersama dan tidak dapat dibina menjadi kekuatan-kekuatan konstruktif sesudah kemerdekaan tercapai. Karena lemahnya benih-benih demokrasi sistem parlementer memberi peluang untuk dominasi partai-partai politik dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Di Indonesia demokrasi ini dilaksanakan setelah keluarnya Maklumat Pemerintah No. 14 Nov. 1945. Menteri bertanggung jawab kepada parlemen. Demokrasi ini lebih menekankan pada pengakuan terhadap hak-hak warga negara, baik sebagai individu maupun masyarakat. Dan karenanya lebih bertujuan menjaga tingkat represetansi warga negara dan melindunginya dari tindakan kelompok atau negara lain.
Undang-Undang Dasar 1950 menetapkan berlakunya sistem parlementer dimana badan eksekutif terdiri dari Presiden sebagai kepala negara konstitusional (constitutional head) beserta menteri-menterinya yang mempunyai tanggung jawab politik. Karena fragmentasi partai-partai politik usia kabinet pada masa ini jarang dapat bertahan cukup lama. Koalisi yang dibangun sangat gampang pecah. Hal ini mengakibatkan destabilisasi politik nasional yang mengancam integrasi nasional yang sedang dibangun. Persaingan tidak sehat antara faksi-faksi politik dan pemberontakan daerah terhadap pemerintah pusat telah mengancam berjalannya demokrasi itu sendiri.
Umumnya kabinet pada masa pra-pemilihan yang diadakan dalam tahun 1955 tidak dapat bertahan lebih lama dari rata-rata delapan bulan, dan hal ini menghambat perkembangan ekonomi dan politik oleh karena pemerintah tidak memperoleh kesempatan untuk melaksanakan programnya. Pun pemilihan tahun 1955 tidak membawa stabilitas yang diharapkan, malah tidak dapat menghindari perpecahan yang paling gawat antar pemerintah pusat dan beberapa daerah.
Di samping itu ternyata ada beberapa kekuatan sosial dan politik yang tidak memperoleh saluran dan tempat yang realistis dalam konstelasi politik, padahal merupakan kekuatan yang paling penting, yaitu seorang presiden yang tidak mau bertindak sebagai “rubber stamp president” (presiden yang membubuhi capnya belaka dan tentara ) yang karena lahir dalam revolusi merasa bertanggung jawab untuk turut menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.
Pada periode ini kedudukan parlemen sangat kuat dan pada gilirannya menguat pula kedudukan partai politik. Karena itu segala hal yang terkait dengan kebijakan negara tidak terlepas dari sikap kritis para anggota parlemen untuk mendebatnya baik melalui forum parlemen untuk mendebatnya baik melalui forum parlemen maupun secara sendiri-sendiri. Salah satu hal yang penting dalam periode ini adalah adanya perdebatan yang tidak berkesudahan yang dilakukan oleh anggota parlemen dari partai yang berbeda. Karena seperti diketahui bahwa pada periode ini tumbuh era multi partai. Era multi partai diikuti oleh adanya alam kebebasan (tumbuhnya paham liberalisme) yang tumbuh pada periode ini.
Faktor-faktor semacam ini, ditambah dengan tidak mempunyai anggota-anggota partai-partai yang tergabung dalam konstitusional untuk mencapai konsensus mengenai dasar negara ketika dalam membahas undang-undang dasar baru, mendorong Ir. Soekarno sebagai presiden untuk mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menentukan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945. Keluarnya Dekrit Presiden tersebut merupakan intervensi presiden terhadap parlemen. Dengan demikian sejak Dekrit Presiden keluar masa demokrasi berdasarkan sistem parlementer berakhir

C.     Ciri-Ciri Demokrasi Parlementer (Liberal)
Ciri-ciri demokrasi parlementer (liberal) yaitu :
a.       Dikepalai oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dikepalai oleh presiden/raja.
b.      Kekuasaan eksekutif presiden ditunjuk oleh legislatif sedangkan raja diseleksi berdasarkan Undang-Undang.
c.       Perdana menteri memiliki hak prerogratif (hak istimewa)untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departement dan non-departemen.
d.      Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
e.       Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
f.       Kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh legislatif.
g.       Kontrol terhadap negara, alokasi sumberdaya alam dan manusia dapat terkontrol.
h.      Kelompok minoritas (agama, etnis) boleh berjuang, unuk memperjuangkan dirinya.

D.     Kekuatan Sosial Politik Bangsa Indonesia Masa Perjuangan
Fungsi sebagai kekuatan sosial politik hakikatnya adalah tekad dan semangat pengabdian ABRI untuk ikut secara aktif berperan serta bersama-sama dengan segenap kekuatan sosial politik lainnya memikul tugas dan tanggung jawab perjuangan bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan dan kedaulatannya.
Dalam negara-negara demokrasi liberal, organisasi bersenjata mutlak tunduk kepada kekuasaan sipil yaitu kekuasaan yang diberikan oleh rakyat melalui mekanisme pemilihan, namun lain halnya dengan Indonesia. ABRI selain merupakan kekuatan Hankam , juga merupakan kekuatan sosial politik. Lahirnya ABRI sebagai kekuatan sosial politik di Indonesia berangkat dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Pengalaman sejarah itu mengakibatkan bagaimana ABRI memandang dirinya yakni sebagai alat revolusi dan alat negara, juga sebagai pejuang yang terpanggil untuk memberikan jasanya kepada semua aspek kehidupan dan pembangunan bangsa. Keterlibatannya dalam memerankan fungsi sosial politik ini, didorong oleh kondisi internal (ABRI) dan kondisi eksternal termasuk lingkungan strategik internasional.
 Persepsi yang demikian timbul akibat dari kekhasan lahir dan kiprahnya revolusi kemerdekaan dan sesudahnya, membawa Dwifungsi sebagai suatu ciri khas sistem politik Indonesia. Dwi fungsi ABRI mengandung pengertian bahwa ABRI mengemban dua fungsi, yaitu fungsi sebagai kekuatan Hankam dan fungsi sebagai kekuatan sosial politik.Karena negara kita adalah negara demokrasi dan seharusnya mempunyai sistem politik yang demokratik pula, maka dengan sendirinya ABRI tidak dapat dibantah. 

E.     Sistem Demokrasi Awal Kemerdekaan Hingga Demokrasi Liberal
1.      17 Agustus 1945 (setelah kemerdekaan Indonesia), Ir. Soekarno yang menjadi ketua PPKI dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia.
2.       24 Agustus 1945, Ir. Soekarno dilantik oleh Kasman Singodimedjo.
3.      Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bertujuan untuk membentuk tugas Presiden.
4.      7 Oktober 1945 lahir memorandum yang ditandatangani oleh 50 orang dari 150 orang anggota KNIP,yang berisikan:
1) Mendesak presiden agar menggunakan kekuasaan istimewanya untuk segera membentuk MPR
2) Sebelum MPR terbentuk , hendaknya anggota – anggota KNIP dianggap sebagai (diberi kewenangan untuk melakukan fungsi dan tugas) MPR
5.      16 Oktober 1945 keluar Maklumat Wakil Presiden No. X Tahun 1945 .
6.      3 November 1945, keluar maklumat untuk kebebasan membentuk banyak partai sebagai sebagai persiapan pemilu yang akan diselenggarakan bulan Juni 1946.
7.      14 November 1945 terbentuk susunan Kabinet berdasarkan sistem parlementer (Demokrasi Liberal).
8.      Undang-Undang Dasar 1950 menetapkan berlakunya sistem parlementer dimana badan eksekutif terdiri dari Presiden sebagai kepala negara konstitusional (constitutional head) beserta menteri-menterinya yang mempunyai tanggung jawab politik.
9.      Sistem parlementer yang mulai berlaku sebulan sesudah kemerdekaan di proklamirkan dan kemudian diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan 1950.
10.  Sejak berlakunya UUDS 1950 pada 17 Agustus 1950 dengan sistem demokrasi liberal selama 9 tahun tidak menunjukkan adanya hasil yang sesuai dengan harapan rakyat.

F.      Keadaan Politik Pemerintahan Pada Masa Demokrasi Liberal
Pada awal deklarasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 , Indonesia menjalankan sistem presidensial yang merujuk pada UUD 1945 yang menyatakan bahwa Presiden memiliki kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan. Namun pada tanggal 23 Agustus 1945 , Belanda dan negara sekutu mendarat di Indonesia. Adapun negara selain Belanda bermaksud untuk mengamankan Indonesia pasca penetapan kemerdekaannya . Namun lain halnya dengan Belanda, ia kembali ke Indonesia dengan maksud untuk kembali menguasai Indonesia. Tentunya hal ini merupakan tantangan bagi deklarator kita Soekarno untuk mempertahankan Indonesia dan wilayah – wilayah yang telah disepakati sebagai bagian dari Indonesia.

Untuk itu dibutuhkan jalan perundingan dengan pihak Belanda untuk mengakui Indonesia sebagai negara merdeka. Namun Jenderal Van Mook yang memimpin perundingan dengan Indonesia atas dasar pidato Ratu Wilhemnia tidak dapat dilakukan , karena Soekarno identik dengan Jepang. Maka berdasarkan pertimbangan tersebut dibentuklah kabinet semi-presidensil (semi-parlementer) peristiwa ini merupakan perubahan sistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis dan didasarkan pada usul BP – KNIP yang ditetapkan tanggal 14 November 1945. Hal ini dimaksudkan untuk membuka jalan perundingan antara kedua belah pihak , dengan demikian Sutan Sjahrir diangkat sebagai perdana menteri yang memimpin pemerintahan Indonesia dan juga sebagai perwakilan dalam perundingan dengan pihak Belanda.

Pada masa kabinet parlementer ini Sutan Sjahrir mengambil banyak peran terutama melakukan diplomasi dengan pihak Belanda untuk mengakui Indonesia sebagai negara merdeka. Adapun pada periode ini sistem pemerintahan dinilai tidak stabil , karena terjadi penguasaan terhadap wewenang kepada Perdana Menteri . Sehingga terjadi tiga kali pergantian perdana menteri, yakni : Sutan Sjahrir , Amir Syarifuddin , dan Muhammad Hatta.

Pada periode ini juga terjadi berbagai perjanjian antara Indonesia dan Belanda untuk pengakuan dari Belanda terhadap Indonesia. Bahkan Belanda melakukan dua kali agresi ke Indonesia yang menyebabkan berbagai perang di beberapa wilayah . Dan akhirnya pada tanggal 27 Desember 1949 di Istana Dam, Amsterdam .
Untuk periode ini , Indonesia menjalankan sistem pemerintahan semi-parlementer karena kondisi tersebut yang tidak memungkinkan untuk menjalankan sepenuhnya , dan tentunya dipengaruhi faktor politik yakni untuk membuka jalan diplomasi dengan pihak Belanda.

Selain itu pada periode ini dibentuk KNIP yang merupakan lembaga yang menjadi cikal bakal DPR yang berfungsi sebagai badan legislatif . Hal ini sesuai dengan Pasal 4 Aturan Peralihan dalam UUD 1945 dan maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945, yang memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif, karena MPR dan DPR belum terbentuk.

II. Periode 1949 – 1950

Pada periode ini sistem pemerintahan Indonesia masih menggunakan sistem pemerintahan parlementer yang merupakan lanjutan dari periode sebelumnya (1945-1949). Sistem ini menganut sistem multi-partai. Hal ini didasarkan pada konstitusi RIS yang menetapkan sistem parlementer kabinet semu (quasy parlementary) sebagai sistem pemerintahan RIS. Perlu diketahui bahwa sistem pemerintahan yang dianut pada masa konstitusi RIS bukanlah kabinet parlementer murni karena dalam sistem parlementer murni, parlemen mempunyai kedudukan yang sangat menentukan terhadap kekuasaan pemerintah.

Diadakannya perubahan bentuk negara kesatuan RI menjadi negara serikat ini adalah merupakan konsekuensi sebagai diterimanya hasil Konferensi Meja Bundar (KMB). Perubahan ini dituangkan dalam Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS). Hal ini karena adanya campur tangan dari PBB yang memfasilitasinya.

Wujud dari campur tangan PBB tersebut adanya konfrensi KMB yaitu :
- Indonesia merupakan Negara bagian RIS 
- Indonesia RIS yang di maksud Sumatera dan Jawa 
- Wilayah diperkecil dan Indonesia di dalamnya 
- RIS mempunyai kedudukan yang sama dengan Belanda 
- Indonesia adalah bagian dari RIS yang meliputi Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur.

Dalam RIS ada point-point sebagai berikut :
1. Pemerintah berhak atas kekuasaan TJ atau UU Darurat
2. UU Darurat mempunyai kekuatan atas UU Federasi

Berdasarkan Konstitusi RIS yang menganut sistem pemerintahan parlementer ini, badan legislatif RIS dibagi menjadi dua bagian yakni: Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Oleh karena itu pada periode ini Indonesia tetap menganut sistem parlementer namun bentuk pemerintahan dan bentuk negaranya merupakan federasi yaitu negara yang didalamnya terdiri dari negara-negara bagian yang masing masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk mengurus urusan dalam negerinya.

III. Periode 1950 – 1959

Periode ini (1950-1959) merupakan periode dimana presiden Soekarno memerintah menggunakan konstitusi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950, pemberlakukan peraturan pada periode ini berlangsung dari 17 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959. Masa ini merupakan masa berakhirnya Negara Indonesia yang federalis. Landasannya adalah UUD 1950 pengganti konstitusi RIS 1949. Sistem pemerintahan yang dianut adalah parlementer kabinet dengan demokrasi liberal yang masih bersifat semu.

Adapun ciri-cirinya antara lain:

a. Presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat.
b. Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintahan.
c. Presiden berhak membubarkan DPR.
d. Perdana menteri diangkat oleh Presiden.

Diawali dari tanggal 15 Agustus 1950, Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUDS NKRI, UU No. 7/1850, LN No. 56/1950) disetujui oleh DPR dan Senat RIS. Pada tanggal yang sama pula, DPR dan Senat RIS mengadakan rapat di mana dibacakan piagam pernyataan terbentuknya NKRI yang bertujuan:
1. Pembubaran secara resmi negara RIS yang berbentuk federasi;
2. Pembentukan NKRI yang meliputi seluruh daerah Indonesia dengan UUDS yang mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1950.

UUDS ini merupakan adopsi dari UUD RIS yang mengalami sedikit perubahan, terutama yang berkaitan dengan perubahan bentuk negara dari negara serikat ke negara kesatuan.

Setelah peralihan dari Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Indonesia mulai menganut sistem demokrasi liberal dimana dalam sistem ini pemerintahan berbentuk parlementer sehingga perdana menteri langsung bertanggung jawab kepada parlemen (DPR) yang terdiri dari kekuatan-kekuatan partai. Anggota DPR berjumlah 232 orang yang terdiri dari: Masyumi (49 kursi), PNI (36 kursi), PSI (17 kursi), PKI (13 kursi), Partai Katholik (9 kursi), Partai Kristen (5 kursi), dan Murba (4 kursi), sedangkan sisa kursi dibagikan kepada partai-partai atau perorangan, yang tak satupun dari mereka mendapat lebih dari 17 kursi. Adapun kabinet yang telah dibentuk pada periode ini (1950 – 1959) antara lain:
Berikut ini kabinet yang pernah berkuasa pada masa demokrasi liberal :

1.      Kabinet Natsir  (7 September 1950-21 Maret 1951)
Kabinet ini dilantik pada tanggal 7 September 1950 dengan Mohammad Natsir (Masyumi) sebagai perdana menteri. Kabinet ini merupakan kabinet koalisi yang dipimpin Masyumi.
Program kerja :
a.       Menggaitkan usaha mencapai keamanan dan ketentraman
b.      Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
c.       Mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilihan umum untuk Konstituante.
d.      Mencapai konsolidasi dan penyempurnaan susunan pemerintahan serta membentuk peralatan negara yang kuat dan daulat.
e.       Menyempurnakan organisasi Angkatan perang dan pemulihan bekas – bekas anggota tentara dan gerilya dalam masyarakat.
f.       Memperjuangkan penyelesaian soal Irian Barat secepatnya.
g.       Mengembangkan dan memperkokoh kesatuan ekonomi rakyat sebagai dasar bagi pelaksanaan ekonomi nasional yang sehat.
h.      Membantu pembangunan perumahan rakyat serta memperluas usaha – usaha meninggikan derajat kesehatan dan kecerdasan rakyat

2.      Kabinet Soekiman  (27 April 1951-23 Februari 1952)
Merupakan kabinet koalisi antara Masyumi dan PNI
Dipimpin oleh Soekiman Wiryosanjoyo
Program kerja :
a.       Menjalankan berbagai tindakan tegas sebagai negara hukum untuk menjamin keamanan dan ketentraman serta menyempurnakan organisasi alat-alat kekuasaan negara.
b.      Membuat dan melaksanakan rencana kemakmuran nasional dalam jangka pendek untuk mempertinggi kehidupan sosial ekonomi rakyat dan mempercepat usaha penempatan bekas pejuang dalam pembangunan
c.        Menyelesaikan persiapan pemilu untuk membentuk Dewan Konstituante dan menyelenggarakan pemilu itu dalam waktu singkat serta mempercepat terlaksananya otonomi daerah
d.      Menyampaikan Undang-Undang pengakuan serikat buruh, perjanjian kerja sama, penetapan upah minimum,dan penyelesaian pertikaian buruh
e.       Menyelenggarakan politik luar negeri bebas aktif
f.       Memasukkan Irian Barat ke wilayah RI secepatnya

3.      Kabinet Wilopo  (3 April 1952-3 Juni 1953)
Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya.
Dipimpin oleh Mr. Wilopo
Program kerja :
a.       Mempersiapkan pemilu
b.      Berusaha mengembalikan Irian Barat ke dalam pangkuan RI
c.       Meningkatkan keamanan dan kesejahteraan
d.      Perbaharui bidang pendidikan dan pengajaran
e.       Melaksanakan politik luar negeri bebas dan aktif

4.      Kabinet Ali Sastroamijoyo  ( 1 Agustus 1953-24 Juli 1955 )
Kabinet ini merupakan koalisi antara PNI dan NU.
Dipimpin oleh Mr. Ali Sastroamijoyo
Program kerja :
a.       Menumpas pemberontakan DI/TII di berbagai daerah
b.      Memperjuangkan kembalinya Irian Barat kepada RI
c.       Menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika
d.      Meningkatkan keamanan dan kemakmuran serta segera menyelenggarakan Pemilu.
e.       Pembebasan Irian Barat secepatnya.
f.       Pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan KMB.
g.       Penyelesaian Pertikaian politik

5.      Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956)
Dipimpin oleh Burhanuddin Harahap.
Program kerja :
a.       Mengembalikan kewibawaan pemerintah, yaitu mengembalikan kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat kepada pemerintah.
b.      Melaksanakan pemilihan umum menurut rencana yang sudah ditetapkan dan mempercepat terbentuknya parlemen baru.
c.       Masalah desentralisasi, inflasi, pemberantasan korupsi.
d.      Perjuangan pengembalian Irian Barat.
e.       Politik Kerjasama Asia-Afrika berdasarkan politik luar negeri bebas aktif.

6.      Kabinet Ali Sastroamijoyo II (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957)
Kabinet ini merupakan koalisi antara tiga partai yaitu PNI, Masyumi, dan NU.
Dipimpin oleh Ali Sastroamijoyo.
Program kerjanya disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun, yaitu :
a.       Menyelesaikan pembatalan KMB
b.      Pembentukan provinsi Irian Barat
c.       Menjalankan politik luar negeri bebas aktif
d.      Perjuangan pengembalian Irian Barat
e.       Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-anggota DPRD.
f.       Mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai.
g.       Menyehatkan perimbangan keuangan negara.
h.      Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berdasarkan kepentingan rakyat.
i.        Pemulihan keamanan dan ketertiban, pembangunan lima tahun, menjalankan politik luar negeri bebas aktif
j.        Melaksanakan keputusan KAA.

7.      Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959 )
Kabinet ini merupakan zaken kabinet yatu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya. Dibentuk karena kegagalan konstituante dalam menyusun Undang-Undang Dasar pengganti UUDS 1950 serta terjadinya perebutan kekuasaan politik.
Dipimpin oleh Ir. Juanda.
Program kerjanya disebut Panca Karya (Kabinet Karya ), yaitu :
a.       Membentuk dewan nasional
b.      Normalisasi keadaan RI
c.       Melanjutkan pembatalan KMB
d.      Memperjuangkan Irian Barat kembali ke RI
e.       Mempercepat pembangunan
Dari segi sudut pandang analis pemerintahan sistem ini tentunya tidak dapat menopang untuk pemerintahan yang kuat, tetapi umumnya diyakini bahwa struktur kepartaian tersebut akan disederhanakan apabila pemilihan umum dilaksanakan. Setelah pembentukan NKRI diadakanlah berbagai usaha untuk menyusun Undang-Undang Dasar baru dengan membentuk Lembaga Konstituante. Lembaga Konstituante adalah lembaga yang diserahi tugas untuk membentuk UUD baru.

Konstituante diserahi tugas membuat undang-undang dasar yang baru sesuai amanat UUDS 1950. Namun sampai tahun 1959 badan ini belum juga bisa membuat konstitusi baru. Maka Presiden Soekarno menyampaikan konsepsi tentang Demokrasi Terpimpin pada DPR hasil pemilu yang berisi ide untuk kembali pada UUD 1945.

Akhirnya setelah negara RI dengan UUDS 1950 dan sistem Demokrasi Liberal yang berlangsung selama 9 tahun, rakyat Indonesia merasa bahwa UUDS 1950 dengan sistem Demokrasi Liberal tidak cocok, karena tidak sesuai dengan jiwa Pancasila dan UUD 1945. Disamping itu, Presiden menganggap bahwa keadaan ketatanegaraan Indonesia membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta merintangi pembangunan semesta berencana untuk mencapai masyarakat adil dan makmur; sehingga pada tanggal 5 Juli 1959 mengumumkan dekrit mengenai pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD 1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 merupakan dekrit yang mengakhiri masa parlementer dan digunakan kembalinya UUD 1945. Masa sesudah ini lazim disebut masa Demokrasi Terpimpin. Dekrit presiden 5 Juli menyatakan bahwa:
1. Kembali berlakunya UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950
2. Pembubaran Konstituante
3. Pembentukan MPRS dan DPAS

G.    Keadaan Ekonomi Pada Masa Demokrasi Liberal
Meskipun Indonesia telah merdeka tetapi Kondisi Ekonomi Indonesia masih sangat buruk. Upaya untuk mengubah stuktur ekonomi kolonial ke ekonomi nasional yang sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia berjalan tersendat-sendat.Faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat adalah sebagai berikut.
1.      Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1,5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 Triliun rupiah.
2.      Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu itu sebesar 5,1 Miliar.
3.      Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila permintaan ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian Indonesia.
4.      Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak di buat di Indonesia melainkan dirancang oleh Belanda.
5.       Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.
6.       Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik, belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai.
7.      Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan sparatisisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia.
8.       Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaran pemerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat.
9.       Kabinet terlalu sering berganti menyebabakan program-program kabinet yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan, sementara program baru mulai dirancang.
10.   Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar.
Masalah jangka pendek yang harus dihadapi pemerintah adalah :
1. Mengurangi jumlah uang yang beredar
2. Mengatasi Kenaikan biaya hidup.
Sementara masalah jangka panjang yang harus dihadapi adalah :
1. Pertambahan penduduk dan tingkat kesejahteraan penduduk yang rendah.
Upaya-upaya untuk mengatasi masalah ekonomi :
1.       ‘Gunting Sjafruddin’, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) pada 20 Maret 1950. Istilah ‘Gunting Sjafruddin’ ini melekat pada era Sjafruddin Prawiranegara menjadi Menteri Keuangan pada kabinet Hatta II. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
2.      Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing. Impor barang tertentu dibatasi dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi. Pemberian kredit juga diberikan pada perusahaan-perusahaan pribumi agar mereka bisa berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Tapi, usaha ini gagal. Pengusaha pribumi memiliki sifat yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi.
3.      Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951, lewat UU No 24 Tahun 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
4.      Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mendagri kala itu, Iskak Cokrohadisuryo. Langkah yang dilakukan adalah menggalang kerja sama antara pengusaha Cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha nonpribumi wajib memberikan latihan-latihan kepada pengusaha pribumi. Sementara itu, pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini pun tidak berjalan dengan baik. Pengusaha pribumi kurang berpengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
5.      Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar (KMB), termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya, banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya, sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut.
6.      Rencana Pembangunan Lima Tahun, Program yang dilaksanakan umumnya merupakan program jangka pendek, tetapi pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II, pemerintahan membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara. Tugas biro ini merancang pembangunan jangka panjang. Ir. Juanda diangkat sebagai menteri perancang nasional. Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui DPR pada tanggal 11 November 1958. Tahun 1957 sasaran dan prioritas RPLT diubah melalui Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). Pembiayaan RPLT diperkirakan 12,5 miliar rupiah.
7.      Musyawarah Nasional Pembangunan, untuk mengubah rencana pembangunan agar dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang.
H.    Kelebihan Demokrasi Parlementer (Liberal)
a.       Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai.
b.      Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik jelas.
c.       Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
d.      HAM dipegang teguh dan dijunjung tinggi oleh negara

I.       Kelemahan Demokrasi Parlementer (Liberal)
a.       Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayorits dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.
b.      Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bisa ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar.
c.       Kabinet dapat mngendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal  dari meyoritas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat menguasai parlemen.
d.      Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan menjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.
e.       Multipartai, yang mengakibatkan aspirasi yang belum tersalurkan seluruhnya dengan baik.
f.       Kebebasan mengeluarkan pendapat yang terlalu bebas, sehingga tidak ada pertanggungjawabannya.

J.      Kegagalan Demokrasi Liberal (Parlementer)
Penyebab kegagalan :
1.      Dominannya politik aliran, artinya berbagai golongan politik dan partai politik sangat mementingkan kelompok atau alirannya sendiri daripada mengutamakan kepentingan bangsa.
2.      Landasan sosial ekonomi rakyat yang masih rendah.
3.      Tidak mempunyai para anggota konstituante bersidang dalam menetapkan dasar negara sehingga keadaan menjadi berlarut-larut.
4.      Instabilitas Negara karena terlalu sering terjadi pergantian kabinet. Hal ini menjadikan pemerintah tidak berjalan secara efisien sehingga perekonomian Indonesia sering jatuh dan terinflasi.
5.      Timbul berbagai masalah keamanan dalam negeri yaitu terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS akibat ketidakstabilan pemerintahan.
6.      Sering terjadi konflik dengan pihak militer seperti pada peristwa 17 Oktober 1952.
7.      Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah akibat lemahnya sistem pemerintahan.
8.      Sering terjadi konflik antar partai politik dalam pemerintahan untuk mendapatkan kekuasaan.
9.      Praktik korupsi meluas. Pada masa ini tidak tindak pidana korupsi tidak bisa ditangani karena dari oknum partai maupun oknum pemerintahan tidak luput dari melakukan korupsi, bahkan mentri luar negri kala itu yang sekaligus sebagai arsitek demokrasi terpimpin juga melakukan korupsi.

10.   Kesejahteraan rakyat terbengkalai karena pemerintah hanya terfokus pada pengembangan bidang politik bukan pada ekonomi.

Jumat, 01 November 2013

The Little Memories

Late post ! But still on your laptop, computer, tab, or your smart phone to watching this.
Sesuai judulnya "The Little Memories" kalian pasti sudah tidak asing dengan sekolah baru yang jadi tempat gua bekarya dan belajar yaitu SMA Negeri 8 Tangerang, disini sedikit memori yang akan di bahas beserta foto yang di ambil di setiap moment yang pernah ada. Guys, banyak segudang prestasi serta kegiatan yang menarik yang bikin pengalaman gue dan temen-temen lainnya, mungkin ada juga yang kurang serunya ketika "bosan" melanda lu, but it's ok. Check this out ;)
Ini salah satunya Kartini Days
From the left is Catleya and then is Me



Me with Adinda


This is IXENATION Members




Ini pas moment Ultah gue yang ke-16  dan di saat sela jam kosong dan istirahat, cuma dikit aja ya keliatan kan baju khas SMA Negeri 8 Tangerang itu gimana hihihi
From the left is Indah, Centre is Me, and the rigth is Catleya




Dhita with Me

Adinda, Dhita, Melin, nd Me


Nah yang ini bagian perpisahan makan-makan di Restoran Rumah Kayu Gading Serpong

Hilda with Me (Eda ku yang sesama Batak \m/)

This is our gift for My Bleoved Teacher Mr.Badrudin

With Hilda, Hanif (My boy friend *lol and my beauty teacher Mam Ruru)

My Homeroom Teacher in grade X


We are the IXENATION

Senin, 02 September 2013

Sing A Song

Hari peratama di bulan September di awalin hari Senin tepatnya di sekolah tercinta SMA Negeri 8 Tangerang, nikmat yang ngga terkalahkan dari Tuhan YME .
Pasti kalian menerka-nerka maksud dari judul post-ingan kali ini. Oke to the point aja maksud dari judul post-ingan kali ini itu hari ini gua dan anak kelas tepatnya seminggu kemarin di kasih tugas oleh Mr.Fuad (English Teacher) hafalin lirik lagu "My Heart Will Go On" ,cari tau artinya, dan banyak maju per-group untuk nyanyi. My heart said "Ahh damn I loved it ! to sing a song together because it's my hobby"

Udah ngga aneh kalau denger tes nyanyi gua seneng banget, karena temen gua pun suka merasa terganggu di sela-sela belajar gua sempet nyanyi di pelajaran sesusah apapun yang lain pusing mikirin jawaban gua masih dengan tenang cari jawaban sambil nyanyi. Ya, mau gimana lagi namanya juga hobby harap maklum, kenapa Mr. pilih lagu itu ? Beliau bilang sih "itu lagu kebangsaan saya"entahlah kebangsaan bagian mana lagu itu yang jelas Mr. itu WNI (Warga Negara Indonesia) dan lagu kebangsaan Indonesia itu "Indonesia Raya" xoxo biarkan Mr. berargumentasi ngga ada yang salah kan. Paham banget kenapa Beliau pilih lagu ini untuk menguji pronounciation dan makna lagunya dalem banget sedalem makna dari film "Titanic"
I'm sure has anyone of you watched the movie Titanic starring Kate Winslet and Leonardo de Carpio ? It's a great movie. Yes, allright.

Hari ini, tepat jam 9.45 WIB pelajaran Mr.Fuad. Kita sempet mengulas short story of the Titanic dan coba
mengartikan setiap cerita yang ada.Dan yang bikin manis dari hari ini itu kita nyanyi bareng dengan kedua AC di kelas yang cukup dingin, di tambah video clip dari "My Heart Will Go On" dan kita mengandaikan
kelas itu kapal Titanic, hahaha seru kan dari yang kapal siap sampe kapal tenggelam karena bongkahan
es di laut. Kelompok nyanyi dibagi atas dua kelompok berdasarkan barisan nah di kelas ada empat barisan, gua dan kelompok barisan gua mendapat urutan kedua tampil. Gua adalah pembaca lirik dari "My Heart Will Go on" dalam artian Indonesia, Dan Faisal dalam bahasa inggris. Kita membacakannya penuh dengan pengahayatan "itu coment anak-anak yang denger dan menyaksikan" gaya puitis gua keluar saat itu, karena emosi lagunya yang bener-bener dalam. Untuk Videonya ada tapi gua ngga mau nge-upload karena itu cukup tidak baik buat gua hehehe.

So, I never forget this day. We are singing together, and learn more that we can never defeat nature.
We always reminds us of the strength of nature, and still remember the theme song, sung by Celine Dion
whenever you sing the tune, it will reminds if we have a sweet memories today with Mr.Fuad and all of you guys.

Let's Sing :

Every night in my dreams...
I see you, I feel you. That is how i know you go on
Far across the distance and spaces between us
You have come to show you go on ..

Near far, whereever you are
I believe that the heart does go on
Once more you open the door
And you're here in my heart
And my heart will go on and on

Love can touch us one time
And last for a lifetime, and never let go till we're gone
Love was when i loved you
One true time i hold to
In my life we'll always go on..

Near far, whereever you are
I believe that the heart does go on
Once more you open the door
And you're here in my heart
And my heart will go on and on

You're here theres nothing i fear
And i know that my heart will go on
We'll stay forever this way
You are safe in my heart
And my heart will go on and on ....

SOC1st

Sekitar dua bulan gua bersama kelas baru ini. Of course you know the meaning of Soc1st ? right ?
ok Soc1st itu kepanjangan dari Social 1st untuk tingkatan di SMA yang pasti gue anak IPS.
IPS ? kenapa gua milih ini ? yang pasti berdasarkan minat dan bakat ko bukan karena pasrah atau terima jadi itu bukan gua banget buat nentuin pilihan ;)

Tepatnya sekarang gua kelas XI di SMA Negeri 8 Tangerang (DELTA) dengan wali kelas baru yang sering gua sapa dengan sebutan Ibu Barbie, siapakah Beliau ? Bu Farida Susanti S.Pd. beliau ngajar Ekonomi. Sebutan itu cuma pengandaian gua aja karena emang Beliau cantik bukan ngumbar kata-kata manis sih -_- supaya gua inget dengan seseorang di kehidupan gua ya gua gitu menggambarkan siapapun dia dengan kartun lucu, buah-buahan, boneka dll deh biar inget aja tujuannya ko.
jumlah temen gua lebih sedikit yang tadinya 32 jadi 30~ ngga masalah ko justru asik dengan 10 sisa dan 20 siswi otomatis cowo ngga banyak berisiknya hihihi. Mainset semua orang anak IPS itu pasti berisik, belajar santai dll eits mainset itu harus di ubah ! Faktanya anak cowo di kelas gua ngga berisik dan kita belajar itu slowly but sure ko, dan yang pasti PR di kelas XI ini makin banyak lagi mungkin ketika kalian mendengar bertia libur terutama untuk anak DELTA gua rasa itu kaya nemuin malaikat surga yang siap ngajak lu keliling dunia karena lu tau surga depan mata~ bzzzz ya itu cuma pengandaian selebihnya berandai sendiri deh, hehehe it's to much.

Kebahagiaan tersendiri loh masuk IPS ngga bisa di gambarin. Kain kanvas para pelukis terkenal pun ngga akan memuat kebahagiaan gua masuk IPS.
Struktur kelas udah pasti tersusun, jadwal piket juga, jadwal pembayaran kas juga, Selamat menjalankan tugas dan kewajiban kalian masing-masing ya !
Harapan ke depan ya bisa lebih baik lagi, makin kompak sama temen yang bakal dua tahun bersama,
banyak sukacita dan keseruan, mau berbagi dalam hal positif, mau ada satu sama lain dan bisa bawa harum nama Kelas XI. SOCIALIST 1 dan nama sekolah tercinta SMA NEGERI 8 Tangerang.